Jenis Perlombaan Burung Merpati di Indonesia

Jenis Perlombaan Burung Merpati di Indonesia

Jenis Perlombaan Burung Merpati di Indonesia

Jenis Perlombaan Burung Merpati di Indonesia – Burung merpati atau yang dikenal juga dengan panggilan burung dara. Sebagai salah satunya tipe burung yang mudah kita temui di Indonesia. Merpati adalah salah satu burung yang mempunyai kemampuan terbang secepat 150 km per jam. Selain itu burung dara bisa mencapai bobot 2 kg. Sedangkan ukuran panjang tubuh mereka bisa mencapai 51-67 cm dan panjang sayapnya bisa sepanjang 26 cm sampai 36 cm. Ia bahkan menjadi simbol kesetiaan. Penyebab burung dara bisa menjadi simbol kesetiaan ini karena sejauh apa pun burung dara terbang, ia akan kembali pulang.

Karena banyaknya yang memelihara burung dara, pastinya banyak juga yang memelihara burung dara ini sebagai hobi. Misalkan, untuk burung dara hias atau untuk burung dara balap. Tetapi, selain dua hal itu burung dara juga menjadi bahan konsumsi. Burung dara memiliki ciri khas tertentu, burung ini terlihat aktif dan gesit, mempunyai penglihatan yang tajam dan terbang sesuai kekuatan maksimumnya.

Ada beberapa jenis perlombaan merpati yang bisa ditemukan. Beberapa perlombaan merpati yang populer yaitu merpati balap, merpati tinggi (tomprang, kolong), merpati pos, dan merpati kentong. Berikut adalah jenis-jenis permainan burung merpati/dara.

Baca juga informasi menarik dan artikel lainnya di : oddstruments

Jenis Permainan Burung Merpati (Dara)

1. Balap (Sprint)

Burung dara balap sprint adalah permainan merpati yang mana berkompetisi dalam hal kecepatan terbang secara lurus dengan jarak lepasan mulai dari jarak pendek 300-500, jarak sedang 500-700, jarak jauh 700-1200 Meter.

Cocok melakukannya pada area yang luas dan biasanya area sawah, pinggir pantai, atau lapangan udara. Jarak lepasan dan geberan biasanya saling berhadapan lurus, atau masih saling bisa melihat antara joki geber dan pelepas. Merpati balap sprint ini Ibarat lari sprint pada pada cabang olahraga. Peraturan sederhananya burung yang lebih dahulu sampai nempel ke betina/ditangkap joki dialah yang menang (tidak jatuh atau jeblos).

2. Kolong Bebas

Merpati kolong termasuk kedalam jenis merpati tinggi, yaitu burung merpati yang diadu terbangnya pada ketinggian baik kecepatan maupun manuver terbangnya. Pada merpati kolong terdapat tiang yang terdapat tali yang berbentuk persegi diatasnya yang mana merpati datang sebisa mungkin harus melalui tengah dari persegi tersebut atau disebut kolong. Kolong bebas tidak terdapat meja, melainkan langsung dasar tanah.

3. Kolong Meja

Ini adalah lomba ketangkasan burung merpati. Caranya, satu orang memegang merpati betina dalam area kolongan.  Satu lagi melepas merpati jantan dari titik sejauh satu atau dua kilometer. Yang menjadi penilaian adalah kecepatan dan ketepatan, ketika burung jantan menghampiri burung betina. Kemudian hinggap pada meja yang tepat, jika meleset akan terkena diskualifikasi. Bagi penggemarnya, memenangkan lomba ini adalah sebuah kebanggan.

4. Tomprangan atau Kentongan

Merpati tomprang termasuk kedalam jenis merpati tinggi. Perbedaanya dengan merpati kolong yaitu jarak lepasang dan tempat gebernya. Pada merati tomprang tidak terdapat tiang atau tali, melainkan hanya area geber untuk mendarat burung (seperti merpati balap hanya lebih luas areanya). Jarak lepasan juga cukup jauh lebih dari 2km atau sekitar 4-7km tergantung situsasi dan kondisi.

Peraturan sederhananya siapa yang lebih dahulu sampai patek (tanah) adalah yang menang. Ini ibarat burung balap tapi dengan jarak lepasan yang cukup jauh.

5. Merpati Pos

Permainan merpati pos ini berasal dari luar negeri. Yaitu melepaskan burung dalam jarak yang cukup jauh ratusan sampai ribuan kilo meter dan biasanya melepaskannya dalam berkelompok. Merpati pos juga berbeda dengan merpati tinggi atau balap, melainkan merpati pos yang postur tubuh lebih besar, homing (hafal rumah) lebih kuat, juga stamina yang baik.

Singkatnya burung dilepas pada jarak tertentu dan siapa yang waktu tempuhnya lebih kecil adalah yang menang. Terdapat perhitungan jarak, waktu, dan kecepatan berdasarkan koordinat lepasan dan kandang masing-masing. Merpati pos tidak digeber, melainkan mengandalkan kemampuan homing atau insting pulang ke rumahnya. Merpati ini mampu terbang berhari-hari untuk sampai ke rumah. Tentunya dengan istirahat, makan, minum di alam.