Motor Pertama di Indonesia

Motor Pertama di Indonesia

Motor Pertama di Indonesia

Motor Pertama di Indonesia – Mungkin masih belum banyak yang tahu jika sepeda motor pertama yang datang ke Indonesia ternyata dari merek dengan berinisial “H”. Sebagian mungkin berpikir inisial “H” ini adalah Honda atau Harley Davidson? masih salah juga.

Baca juga info dan artikel menarik lainnya di : oddstruments

Sepeda motor menjadi alat transportasi yang paling umum bagi masyarakat Indonesia, mulai dari masyarakat kalangan menengah ke bawah hingga masyarakat menengah ke atas juga tak jarang yang memiliki sepeda motor. Memang sepeda motor lebih populer ketimbang mobil, terutama untuk lapisan masyarakat menengah ke bawah.

Tidak hanya sebagai alat transportasi yang memudahkan untuk mobilisasi dari satu tempat ke tempat lain dalam waktu yang lebih singkat. Lebih dari itum motor telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. Hingga berkembang berbagai komunitas pecinta motor Indonesia.

Mengintip sejarahnya, pengiriman motor pertama kali ke Indonesia terjadi pada tahun 1890-an, pada saat itu Indonesia masih bernama Hindia Belanda. James Potter adalah seorang pengusaha pabrik gula Probolinggo yang membawa motor tersebut dari pabriknya di Jerman. Penasaran dengan sejarah motor pertama yang ada di Indonesia? mari simak artikel yang sudah kami rangkum.

Sejarah Motor Pertama

Motor pertama yang tiba di Indonesia bermerek Hildebrand und Wolfmüller dan berasal dari Jerman. Hildebrand und Wolfmüller adalah motor buatan Henry dan Wilhelm Hildebrand bersaudara yang merupakan insinyur mesin uap bersama rekannya Alois Wolfmüller.
John memesan langsung motor tersebut melalui pabrik yang berada di Munchen, Jerman. Setelah satu tahun, akhirnya motor pertama tiba pada Pelabuhan Semarang. Pada tahun 1893, John adalah satu-satunya pemilik dan motor pertama di Indonesia.

Apakah John Potter termasuk orang yang inden duluan sehingga dapat unit sebelum motornya dijual masal atau memang ada kesalahan penulisan tahun, yang jelas Hildebrand und Wolfmüller jadi tonggak pertama kehadiran sepeda motor di Indonesia. Namun jika betul tahun 1893, kehadiran motor itu di Indonesia terjadi dua tahun sebelum motor Hildebrand Und Wolfmuller dibawa ke Amerika untuk pertama kalinya pada 1895. Setelah menhilang puluhan tahun, akhirnya tahun 1932 motor Hildebrand Und Wolfmüller ini ditemukan kembali pada kediaman Potter. Mekanik yang peduli pada motor antik, akhirnya merestorasi motor ini dan kemudian disimpan di Museum Angkut, Malang.

Spesifikasi Hildebrand und Wolfmüller milik John Potter

Tidak seperti motor modern seperti saat ini. Untuk menghidupkan mesin motor Hildebrand & Wolfmuller, membutuhkan waktu ± 20 menit. Terdapat dua cara untuk menyalakan mesin motor ini. Pertama, harus memanaskan mesin motor dengan cara membakar bagian luar blok mesin menggunakan cairan spiritus. Kedua motor tersebut didorong dengan kecepatan penuh, hingga mesin hidup dan stabil. Cara naiknya pun harus meloncat ke jok yang mirip dengan jok sepeda.

Tidak seperti motor yang telah berkembang seperti saat ini, motor buatan Jerman tersebut tidak punya rantai, belum ada magnet, koil, perseneling, tidak ada gigi ataupun aki (accu) serta tidak ada kabel-kabel listrik. Motor tersebut menggunakan mesin dua silinder dengan konfigurasi horizontal 1489 cc, berbahan bakar bensin atau nafta. John Potter dapat memacu kendaraannya hingga kecepatan maksimum 35 kilometer per jam.

Seiring perkembangan zaman, motor yang masuk ke wilayah Hindia Belanda juga semakin banyak, hingga berdiri klub motor pertama yaitu Motorfiets Rijders Te Batavia di Batavia pada tahun 1915. Klub motor tersebut membuat pemecahan rekor turing dari Batavia ke Soerabaija dengan nama Reli Dakar. Berdasarkan reli tersebut pemuda asal Belanda mendapatkan kemenangan Gerrit de Raadt yang berhasilkan mencatatkan waktu pencapaiannya 10 jam 1 menit dengan menggunakan motor Rudge Ulser.