Sejarah Perkembangan Graffiti di Dunia

Sejarah Perkembangan Graffiti di Dunia

Sejarah Perkembangan Graffiti di Dunia – Adanya kelas-kelas sosial yang terpisah terlalu jauh menimbulkan kesulitan bagi masyarakat golongan tertentu untuk mengapresiasikan kegiatan seninya. Akibatnya beberapa individu menggunakan sarana yang hampir tersedia pada seluruh kota, yaitu dinding. Pendidikan kesenian yang kurang menyebabkan objek yang sering muncul pada grafiti berupa tulisan-tulisan atau sandi dan hanya golongan tertentu yang bisa memahaminya. Biasanya karya ini menunjukkan ketidak puasan terhadap keadaan sosial yang mereka alami.

Secara pengertian Grafiti (Graffity atau Graffiti) adalah coretan-coretan pada dinding yang menggunakan komposisi warna, garis, bentuk, dan volume untuk menuliskan kata, simbol, atau kalimat tertentu. Selain itu graffiti terindikasi sebagai media alternatif penyampaian pesan-pesan yang ingin di tampilkan oleh senimannya. Alat pada masa kini biasanya menggunakan produk cat semprot kaleng. Sebelumnya cat semprot ada, grafiti umumnya menggunakan sapuan cat kuas atau kapur.

Meskipun grafiti pada umumnya bersifat merusak dan menyebabkan tingginya biaya pemeliharaan kebersihan kota, namun grafiti tetap merupakan ekspresi seni yang harus dihargai. Ada banyak sekali seniman terkenal yang mengawali karirnya dari kegiatan grafiti.

Sejarah

Graffiti sudah mulai ada sejak zaman purba, dahulu masih berupa coretan-coretan biasa di dinding. Kemudian graffiti terus berkembang pada zaman Mesir Kuno dan Romawi. Akan sangat panjang jika kita membahas sejarah graffiti secara lengkap.

Baca juga informasi dan artikel menarik lainnya di : oddstruments

Graffiti Dunia Modern

sejarah graffiti modern pertama muncul di Philadelphia pada tahun 1960an. Kemudian, graffiti mulai berkembang sebagai bentuk seni yang terkenal sebagai “tag” yang berbentuk tulisan nama gang tertentu. Melakukan kegiatannya, “tagging”, oleh para anggota gang yang banyak mengenalnya sebagai “crew” untuk menandakan kawasan kekuasaan mereka.

Sepanjang tahun 1960 hingga 1970an, graffiti tersebar luas secara sporadis. Pada masa itu, menemukan coretan graffiti bisa dengan mudah pada subway, gerbong kereta, bawah jembatan, atau tembok-tembok pemukiman. Selain itu, graffiti sering kali menjadi sarana untuk menyampaikan kekecewaan atau protes terhadap pemerintah. Kondisi yang sulit serta jarak yang jauh antara masyarakat dan pemerintah menjadikan graffiti sarana komunikasi dengan harapan bisa menyampaikan pesan.

Perkembangan Graffiti

Pada perkembangannya, Graffiti tak terlepas dari media untuk menyatakan ketidaksepakatan pada satu hal tertentu. Alat pada masa kini biasanya produk cat semprot kaleng atau juga airbrush. Sebelum cat semprot ada, grafiti umumnya dibuat dengan sapuan cat menggunakan kuas atau kapur yang sering di temukan pada situs-situs peradaban masa lalu.

Jenis-jenis Graffiti

Seperti setiap seni, grafiti memiliki gaya dan jenis sendiri. Berikut penjelasan Jenis-jenis graffiti :

Tagging

Satu bisa mengatakan bahwa jenis ini adalah awal dari sejarah grafiti. Namun saat ini dianggap hanya sebagai tambahan nya. Tag adalah tanda tangan penulis, menulis julukannya dalam satu warna. Ini adalah bagian integral dari grafiti, menempatkan semua karya.

Bomb

Biasanya itu pada transportasi pada kecepatan yang sangat cepat. pembom hari menggunakan untuk tujuan mereka darat kereta. Tidak kualitas tetapi kuantitas lukisan, dibuat dalam waktu yang sangat singkat, adalah tujuan dari bomb.

Writing

adalah prasasti grafiti di akal sehat nya, lukisan gaya yang berbeda yang dibuat oleh penulis di dinding gerbong. (Вагонах).

Schratcing (scrabbing)

Sama dengan penandaan menggaruk adalah salah satu tambahan grafiti. Hal ini dilakukan pada jendela di transportasi dengan grinda.