Mengenal Olahraga Bola Kasti : Sejarah, Cara Bermain dan Peraturan - Kasti adalah permainan bola kecil yang sudah terkenal pada kalangan masyarakat Indonesia, baik anak-anak maupun orang dewasa. Biasanya di sekolah permainan bola kasti masuk ke dalam kurikulum mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan.
Permainan yang sekilas mirip dengan baseball dan softball ini sangat sering dipertandingkan oleh guru-guru olahraga SD, SMP, dan SMA. Olahraga ini mengumpulkan aneka macam emosi dan sikap, berdebar, kesetiakawanan, ketangkasan, dan kegembiraan.
Permainan bola kasti adalah permainan yang dimainkan oleh dua regu dengan cara melempar, menangkap, dan memukul bola kasti dengan tongkat. Permainan ini juga disebut sebagai gebokan. Bola yang digunakan adalah bola tenis. Dengan demikian, permainan ini masuk ke dalam kategori permainan bola kecil. Dalam Bahasa Inggris, permainan yang dimainkan oleh 12 pemain di setiap regunya ini bernama rounders.
Baca juga informasi dan artikel menarik lainnya di : oddstruments
Sejarah
Cara Bermain
- Pemukul bola yang mendapat giliran harus berhasil memukul bola lalu berlari kesetiap pemberhentian sampai bisa kembali ke tempat semula. Jika lari ke tempat pemberhentian secara bertahap, maka akan mendapatkan poin 1 setelah sampai ke tempat semula. Jika lari melakukannya secara langsung tanpa hambatan maka akan mendapat 2 poin
- Regu penjaga (regu lawan) harus bisa menangkap langsung bola yang berhasil melambung jika ingin mendapatkan 1 poin
- Regu yang memiliki poin terbanyak akan memenangkan permainan
Peraturan
- Jumlah pemain masing – masing regu adalah 12 orang. Salah satunya bertugas sebagai kapten. Setiap pemain diharuskan untuk mengenakan nomor dada 1 sampai 12.
- Permainan bola kasti terdiri dari dua babak. Setiap babak adalah 20 – 30 menit dengan istirahat 10 menit.
- Satu regu bermain sebagai pemukul dan regu lainnya merupakan regu penjaga –pelempar bola.
- Seorang pelempar akan melempar bola ke arah pemukul dan harus memukul jauh. Kemudian, pemukul harus ke pos pertama dan berikutnya sebelum pemain penjaga mengambil bola dan melempar ke arahnya.
- Seorang pemukul akan mendapat nilai 2 jika ia bisa lari dari ruang pemukul ke tiang bebas dan kembali ke ruang bebas dengan selamat atas pukulannya sendiri. Apabila perjalanannya kembali ke ruang bebas dalam 2/3 bagian dengan selamat dan pukulan benar, maka pelari mendapat nilai satu.
- Setiap pemukul mendapatkan satu kali kesempatan untuk memukul.
- Pemukul terakhir memperoleh tiga kali kesempatan memukul.
- Suatu lemparan sah jika lemparan tersebut langsung mengenai pemain dari regu pemukul.
- Bola yang belum mengenai pemain namun telah lebih dahulu mengenai tanah atau tiang, maka tidak sah.
- Setiap bola yang terpukul serta bisa tertangkap oleh pemain lapangan sebelum mengenai tanah, bola tersebut sebagai bola tangkap.
- Wasit wajib untuk memiliki peluit yang dapat terdengar secara jelas pada seluruh lapangan. Peluit berbunyi dengan satu tiupan panjang dan dua tiupan pendek.